Motret Seascape dengan HP Android ?? Bisa kok :)


mythumbnail Kali ini penulis mencoba share tips sederhana motret kategori pemandangan (seascape) dengan hanya menggunakan kamera HP Android 2 Megapixel.

 

Mungkin kebanyakan orang akan berpikir motret pemandangan (seascape) itu butuh gear / kamera sekelas DSLR atau minimal kamera pocket dengan kelas sensor 5 Megapixel ke atas. Pendapat ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar, dengan kamera HP kelas sensor 2 Megapixel pun kita bisa juga memotret pemandangan (seascape) dengan hasil yang cukup baik.

Mindset seperti ini (harus pakai DSLR) yang coba penulis buktikan “kesalahan”-nya, penulis kali ini melakukan perjalanan ke pulau Bidadari (Kepulauan Seribu) yang berjarak sekitar 30 menit dari Pantai Ancol, Jakarta. Tepatnya di seberang perairan Teluk Jakarta. Lihat peta berikut ini.

08_marina_ancol_ke_p_bidadari

Penulis sengaja tidak membawa kamera DSLR milik penulis (Canon EOS 40D), dan hanya membawa HP Lenovo A369i (2 Megapixel) milik penulis yang sebenarnya agak sedikit bermasalah dengan lensa kamera HP-nya (rada foging, dan sedikit susah fokus jika motret ditempat yang kekurangan cahaya).

00_hp_lenovo_a369i

 

Hemat Baterai Handphone anda.

Hal utama yang harus anda ingat sebelum melakukan pemotretan dengan kamera handphone, adalah fitur Live View kamera di LCD handphone anda itu sebenarnya memerlukan pasokan energi (baterai) yang cukup tinggi. Sebagai kompensasinya, kita harus mematikan fitur “Data Connection” di hp, bahkan penulis anjurkan untuk juga mematikan fitur GSM / 3G Connection-nya, apalagi kita sedang berada di lokasi yang cukup jauh dari jangkauan signal operator GSM / 3G yang kita gunakan.

Cara jitu (cepat) untuk mematikan fitur Data Connection dan signal GSM/3G handphone kita adalah mengubah mode aktif operasional handphone kita menjadi mode “Air Plane”, seperti yang biasa kita lakukan di pesawat terbang.

Tekan beberapa detik tombol Power handphone sampai muncul menu pilihan berikut.

01_air_plane_mode

Klik pilihan “Air Plane mode” untuk mematikan signal GSM/3G dan Data Connection handphone kita. hasilnya bisa kita lihat di bagian status atas handphone kita.

02_mode_aktif

terlihat sudah tidak ada icon signal GSM/3G yang muncul sebagai gantinya icon bergambar pesawat yang muncul.

 

Setting Kamera Handphone anda.

Di kamera handphone Lenovo milik penulis (OS Jelly Bean), fitur settingnya cukup terbatas, tidak seperti di kamera DSLR, yang bisa penulis kontrol (setting) hanya di pengaturan White Balance, Exposure dan Size photo-nya.

Berikut langkah-langkah untuk mensetting kamera yang penulis lakukan :

1. Klik shortcut icon kamera di desktop depan kameranya

03_klik_kamera

2. Klik icon setting di pojok kiri bawah, lalu klik “White Balance”

04_change_white_balance

3. Pilih / klik “Daylight” sehingga kamera handphone kita akan menggunakan tipe White Balance daylight.

05_wb_daylight

Keunggulan dari tipe WB ini adalah, warna yang muncul di LCD dan di hasil foto cenderung netral dan sesuai dengan aslinya.

06_wb_is_set

4. Setting ukuran foto menjadi : 1.2 Megapixel

07_set_pic_size

Keistimewaan setting ini, kita bisa menghemat space (tempat kosong) di memory hp milik kita, dan juga proses pemotretan tidak akan berlangsung lama, jika dibandingkan kita memakai ukuran foto 2 Megapixel ke atas.

 

Melihat, Berpikir / Imajinasi, Komposisi dan Memotret.

Saatnya penulis mulai memotret, berikut ini lokasi pertama yang penulis pilih, terletak tidak jauh dari dermaga kapal fery di pulau Bidadari, lihat gambar peta yang penulis tandai merah di bawah.

09_lokasi_foto_pertama

Penulis mencoba foto pertama, mode Portrait, komposisi yang digunakan menganut komposisi 1/4, artinya point of interest (PoI) yaitu sisa jembatan kayu (pemecah ombak), di letakkan di posisi 1/4 bidang layar horisontal. Dengan tetap memperhatikan tingkat kelurusan horizon langit yang muncul di LCD kamera handphone, agar selalu rata tidak miring, berikut hasil fotonya.

11_foto_test

Foto di atas masih penulis rasakan kurang, karena masih terasa kosong, walaupun ada PoI berupa sisa jembatan kayu. Lalu penulis berpikir untuk menggunakan sedikit kaidah / teknik framing, penulis mundur sekitar 5 langkah dari posisi awal. Dalam kaidah / teknik framing kita mengisi area kosong di foto dengan ornamen seperti dedaunan pohon. hasilnya seperti foto berikut.

12_foto_framing_daun

Foto kedua tersebut, sedikit banyak mengurangi perasaan “kosong” yang muncul di foto pertama, cukup baik jika anda menerapkan model teknik framing seperti ini.

Agar lebih seimbang, mode pemotretan penulis ubah menjadi posisi Landscape bukan portrait, hasilnya seperti foto berikut.

13_framing_horisontal

Kaidah komposisi 3/4 yang penulis gunakan, adalah dengan meletakkan ujung bekas jembatan kayu tepat di 3/4 lebar layar LCD kamera dari sebelah kiri.

Cukup puas dengan hasil framing dan komposisi 1/4 dan 3/4-nya, penulis beralih ke teknik pemotretan yang bernama Close up Perspective dan Normal Perspective.

Dengan meletakkan kamera handphone tepat di atas kayu bekas jembatan, teknik Close up Perpective berarti, kamera diletakkan tepat di atas / dekat objek utama (PoI), sudut pandang yang dihasilkan berdasarkan titik jauh dan dekat sebuah objek, sehingga objeknya sendiri terlihat lebih berdimensi (perpective 3D). Berikut hasil fotonya.

14_foto_prespective_close

Kurang puas dengan hasilnya, penulis menggunakan ornamen tambahan yang ada di sekitar (kerang laut), untuk menciptakan foto dengan objek foreground unik, tetap memakai komposisi 3/4, artinya objeknya diletakkan di posisi 3/4 dari lebar layar LCD dari sebelah kiri. Hasilnya seperti foto berikut.

15_perspective_with_close_poi

Jika diamati dari dekat, ternyata kaki-kaki kayu bekas jembatan tersebut ternyata cukup artistik, akhirnya penulis memutuskan untuk maju beberapa langkah dan bergeser ke kanan, menggunakan teknik Normal Perspective. hasilnya seperti foto berikut.

16_perpective_left_c_portrait

Horizon langit / cakrawala, tetap harus dijaga agar tidak miring. Kurang puas, penulis mencoba mencampur teknik Normal Perspective dengan komposisi 3/4 pada mode portrait.

17_perspective_with_fg_poi

Pada hasil foto di atas, Normal perpective di wakili oleh tampilan bekas jembatan di sebelah kiri (ada titik dekat dan titik terjauh, perpective effect), komposisi 3/4 itu terletak pada objek / PoI berupa balok kayu besar, yang sengaja di letakkan di posisi 3/4 layar sebelah kanan dan 3/4 layar ke bawah. Horizon laut tetap harus dijaga harus lurus tidak boleh miring.

Kurang puas dengan hasil fotonya, penulis mengubah format posisi pemotretan menjadi format Landscape, berikut hasil fotonya.

18_persp_horizon_poi

Cukup puas dengan hasil foto, sekarang teknik Normal Perspective coba penulis gabungkan dengan PoI yang lain yaitu riak ombak kecil, berikut percobaan pertama, hasil fotonya.

18_persp_hor_with_wave

Untuk mendapatkan bentuk riak ombak yang bagus dibutuhkan sedikit kesabaran dan kejelian menunggu timing yang tepat untuk memotret, akhirnya dengan bergeser dua langkah ke kanan, penulis berhasil mendapatkan riak ombak yang cukup baik, berikut hasil fotonya.

19_perspective_with_wave

 

Cukup puas dengan lokasi pemotretan pertama, penulis berpindah ke area jembatan yang masih bagus dan memiliki beberapa pondok kayu yang terletak di atas air pantai. berikut lokasinya yang penulis tandai warna merah.

10_lokasi_foto_kedua

Melihat ke arah bekas jembatan kayu tempat pemotretan sebelumnya, penulis menemukan 5 buah kayu yang tertancap dalam air, cukup unik, penulis foto dengan menggunakan teknik komposisi 3/4, hasilnya seperti foto berikut.

20_right_poi_with_fg_bridge

Kali ini di atas jembatan kayu, berputar ke arah datang dari lokasi pemotretan pertama, dengan teknik Normal Perspective, penulis memotret jembatan kayu uniknya, dengan meletakkan jembatannya tepat di tengah foto. Hasilnya seperti berikut.

21_prespective_center_bridge

Kurang puas dengan hasilnya, penulis mencoba memotret dengan sudut pandang (angle) yang lebih rendah, sekitar setinggi lutut orang dewasa, hasilnya seperti ini.

22_better_low_angle

Berputar sedikit ke arah kiri dari tempat penulis berdiri ada anjungan area pemancingan, masih tetap menggunakan low angle, penulis coba memotret anjungan memancing ini.

23_low_angle_horizon

Hasilnya kurang memuaskan penulis, karena permukaan anjungan yang miring dan tidak rata, akhirnya penulis mencoba memotret dengan posisi berdiri, hasilnya cukup memuaskan penulis, seperti di foto ini.

24_portrait_normal_angle

Masih penasaran dengan sudut pandang rendah (low angle), kali ini penulis berpindah lokasi sejauh tiga langkah ke kiri, dan memotret jembatan kayu yang menuju pondok kayu di atas air. hasilnya seperti ini.

25_perspective_horizon

Teknik komposisi yang digunakan adalah teknik komposisi 3/4, yaitu dengan meletakkan ujung jembatan ke posisi 3/4 dari lebar foto / layar LCD kamera. Digabung dengan bentuk perspective dari jembatan kayunya.

Akibatnya akan menciptakan sedikit ilusi / alur pandang untuk penikmat foto, yang selalu diarahkan jatuh ke ujung jembatan kayu tersebut. Teknik ini cukup memerlukan kejelian mata, yang penting, horizon laut dijaga jangan sampai miring.

Mengubah format pemotretan menjadi portrait, kali ini ujung jembatan diletakkan tepat di tengah layar, pada posisi 1/4 dari atas layar (komposisi 1/4), hasilnya seperti berikut ini.

26_perspective_portrait

Karena waktu yang cukup terbatas, juga keterbatasan kemampuan baterai handphone, penulis memutuskan untuk berhenti memotret. Saat akan kembali ke demaga Marina Ancol, penulis menyempatkan diri untuk mencoba mode Panorama (auto stich), yang dimiliki kamera hp milik penulis. Pada mode Panorama photo ini, kamera akan otomatis menyambung 2 buah foto atau lebih yang diambil berurutan menjadi format foto panorama (super wide).

Berikut hasil fotonya, 3 foto digabung jadi satu foto oleh software otomatis kameranya.

juragan_kapal

Demikian hasil pembuktian singkat dari penulis, bahwa kita bisa juga kok menghasilkan foto Seascape yang bagus, hanya menggunakan kamera Handphone 2 Megapixel🙂

So, anda bisa mencoba sendiri dengan kamera handphone milik anda🙂

Semoga Bermanfaats,
XNY

Satu pemikiran pada “Motret Seascape dengan HP Android ?? Bisa kok :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s