Motret Motocros dengan Teknik Panning


00-thumbnail-panningMungkin banyak di antara kita masih belum memahami bentul cara motret objek yang bergerak terus, khususnya di bidang Autosports, dengan menggunakan teknik Panning, pada artikel ini, penulis mensharing cara jitu motret teknik Panning, khususnya terhadap objek yang bergerak lincah seperti Motocross. Latihan, latihan dan latihan, itu sebenarnya kunci keberhasilan kita dalam memotret dengan teknik Panning.

Beberapa waktu yang lalu, seorang rekan penulis, bernama mas Bugie, memberitahukan penulis akan kedatangan team Motocros pimpinan pak Heru, ke kantor penulis. Wah !!! kesempatan langka nih, pikir penulis, bisa sekalian motret kegiatan latihan mereka yang berlangsung di halaman rumput belakang kantor yang luasnya sekitar 4 hektar (lahan tidur).

 

 

Peralatan yang penulis siapkan tidak terlalu spesifik :
1. Kamera DSLR Canon EOS 40D (milik penulis)
2. Lensa Sigma EFS 18-50mm f/2.8

Lho kok tidak pakai lensa tele mas ?? hehehe, penulis di kesempatan kali ini ingin membuktikan lensa standard (wide zoom) setara 50mm juga bisa dipakai motret teknik Panning.

Hal lain yang perlu disiapkan (harus) yaitu mengosongkan / format memory card, agar bisa lebih maksimal lagi kita motretnya, tidak kekurangan space di memory card-nya. Jangan lupa bersihkan lensa kamera (depan dan belakang), agar membantu kita dalam melakukan Auto Focus pada lensanya. Lensa yang kotor / berembun / buram akan sedikit mengurangi kemampuan auto focusnya.

Ok, langsung saja, nyalakan kamera dan spesifik setting pada kamera kita untuk teknik Panning itu adalah :

1. Auto Focus Mode di kamera diubah menjadi = AI Servo

Apa itu definisi “AI Servo”, berikut definisinya yang penulis kutip dari WIKIPEDIA :

AI Servo: In this mode (the AI stands for artificial intelligence, if you care), the camera adjusts focus continually as needed from when you press the shutter button halfway to the time you take the picture. This mode is designed to make focusing on moving subjects easier, and it’s the one the camera uses when you shoot in Sports exposure mode.

2. Drive Mode di kamera diubah menjadi “Continues Drive H” (H = highspeed), atau kalau tidak ada, cukup diubah menjadi “Continues Drive” saja.

00-eos40d-top-lcd-settings

00-DriveAF-mode

Continues Drive sendiri, maksudnya adalah ketika penulis menekan full tombol shutter dan tidak melepaskannya, maka kamera akan secara otomatis merekam foto secara berurutan, sampai tekanan pada tombol shutter di lepas.

Setting lainnya, disesuaikan dengan kaidah arti “Panning” itu sendiri, yang artinya fokus pada objek utama (bergerak) dengan background yang muncul itu buram / blur atau lebih tepat disebut “Moving Blur”.

Karena mengharapkan background yang “Moving Blur” ini, maka kita tidak perlu mensetting aperture (bukaan) ke angka sekecil-kecilnya, juga tidak perlu mensetting speed shutter ke setting speed tinggi.

Kita cukup men-setting :
1. bukaan = f/5.6 (tidak dianjurkan dalam teknik Panning kita setting f/8, f/11 dan f/16).
2. Speed = 1/125 (tidak dianjurkan di setting Speed lebih cepat lagi, 1/160, 1/200, 1/220).
3. ISO = minimal di setting ke ISO 400, tergantung kondisi cahaya di lokasi juga, semakin gelap, maka yang perlu dinaikan itu hanya nilai ISO saja.
4. Metering = gunakan Spot metering, karena secara umum Mode Focus AI Servo itu sangat cocok dengan Spot Metering.

Yuk, kita praktekan langsung !!

Penulis pertama kali mencoba testing motret dengan Teknik Panning pada kondisi Motocross yang sedang mencoba trek lurus, kamera terus mengikuti pergerakan motor (kiri ke kanan) dengan hanya menekan sekali tombol shutter, sampai dirasa cukup, lalu tombol shutternya di lepas, hasilnya seperti foto di bawah ini.

02_continues_test

03_continues

pada bagian bawah fotonya anda akan melihat jumlah foto yang penulis ambil (Continues Drive), dan foto terbesarnya adalah foto yang penulis pilih dari sekian banyak foto yang direkam kamera penulis (best shot).

Percobaan kedua, pada kondisi yang sama, hasilnya seperti foto di bawah ini.

04_continues

Kembali anda bisa melihat pada bagian bawah fotonya, rangkaian foto (continues) yang penulis ambil, mulai dari posisi kiri ke kanan bawah foto, foto yang besar mewakili foto terbaik (best shot) menurut penulis.

Dengan hasil foto seperti kedua pilihan penulis di atas, sebenarnya sudah mewakili foto dengan Teknik "Panning", atau sesuai kaidah teknik Panning. Akan tetapi, yang namanya uji coba / testing motret itu, penulis merasa masih belum puas🙂

Kondisi selanjutnya, si rider Motocros, mencoba teknik Jumping pendek pada gundukan tanah di sisi luar lapangan. Penulis tetap menggunakan setting kamera yang sama untuk memotretnya. Hasilnya seperti foto berikut.

06_continues

05_continues

Coba lagi. berpindah lokasi / spot strategis pemotretan, penulis mencoba memotret motor yang melakukan Jumping di atas rumput, melewati lapangan berilalang sedang dengan undakan tanah tinggi yang juga tertutup rumput. Berikut hasil fotonya (best shot menurut penulis).

08_continues

07_continues

Berikut beberapa “best shot” dari beberapa foto berurutan menurut penulis, yang berhasil penulis jepret dengan kamera penulis. Setting masih sama.

09_result

14_result

13_result

12_result

11_result

10_result

Sesi pemotretan Motocross, berakhir … Selesai ??

Hehehehe… belum kok, satu minggu kemudian team Motocros pimpinan pak Heru ini kembali mampir latihan di kantor penulis, penulis kembali berkesempatan memotret kegiatannya, masih menggunakan Teknik Panning dengan setting kamera yang tidak berubah seperti di sesi pertama satu minggu sebelumnya.

15_h2_continues

19_h2_continues

18_h2_continues

17_h2_continues

16_h2_continues

Berikut beberapa pilihan “best shot” menurut penulis, yang di ambil dari rangkaian foto berurutan (continues) yang berhasil direkam kamera penulis.

20_h2_continues

23_h2_result

22_h2_result

21_h2_result

 

Belum puas juga, kembali penulis motret Teknik Panning standard, kali ini motorcros di pacu di jalur sedikit berbelok. Hasil foto-fotonya bisa anda lihat di bawah.

24_h2_continues

24b_h2_continues

27_h2_continues

28_h2_continues

Berikut foto-foto best shot pilihan penulis di bagian akhir sesi Motocross yang kedua ini.

26_h2_result

25_h2_result

Pada bagian akhir, penulis sempatkan mengambil satu foto dari low angle, saat Motocross-nya sedang istirahat.

28_motocross

Nah, dari dua sesi Motocross dan hasil-hasil fotonya di atas, anda bisa dengan mudah mempraktekkannya, teknik Panning itu tidak sesulit yang anda bayangkan, kok🙂

Special Thanks to :
1. Mas Bugie
2. Bang Ucok, Bang Heri, pake Heru dan team Motocross-nya🙂

Semoga Bermanfaats,
XNY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s