Optimalisasi Foto Konseptual Dengan Teknik Strobist


thumbnail_artikel Buat yang sudah mengenal pemakaian lampu flash , pastinya akan merasa kurang puas, jika melihat hasil fotonya yang ternyata hanya “asal terang” objek fotonya (ASTRANG, istilah populernya). So, kali ini penulis mencoba share tata cahaya (teknik strobist) dengan hasil foto yang lebih berdimensi lagi unsur cahayanya.

Di artikel sebelumnya penggunaan 3 buah off-shoe flash (strobist), terasa kurang maksimal buat penulis, karena pencahayaan tidak optimal, karena ada satu flash yang hanya berfungsi sebagai penerang latar / background.

Kesempatan perbaikan sekaligus experiment pencahayaan dengan teknik strobist (off-shoe flash), datang lagi ke penulis saat ada permintaan khusus dari seorang model (sahabat penulis), untuk membuatkan portfolio foto khusus untuk dia.

Akhirnya setelah melalui pembicaraan intens dengan si model, tercetuslah satu tema atau konsep foto yang akan kita pakai untuk portfolio dia nantinya. Tema yang kita sepakati itu, penulis namakan :

Classic Elegant Beauty

Tujuan dari penulis, adalah mencoba (expose) mengangkat sisi eksotis kecantikan (kulit & wajah) si model, kalo’ busana / wardrobe dan aksesoris itu hanya sekedar penunjang saja🙂

Sepintas jika melihat hasil akhir fotonya di artikel ini, anda akan berpikir ini konsep Ghotic🙂 tapi .. ini bukan konsep Ghotic lho🙂 …. xixixixixixi…
Mengenai lokasi pemotretannya, para fotografer (Pro maupun hobies) udah paham benar lokasi yang biasa disebut “lokasi seribu fotografer” se Jakarta, lokasi sejuta umat fotografer🙂 hahahaha.. di mana lagi kalo’ bukan di area Kota Tua, Jakarta.

So, tidak perlu pusing-pusing mikirin lagi, silahkan disimak saja artikel ini sampai akhir🙂

Foto pertama menggunakan tata lighting seperti di skema / gambar yang penulis buat ini.

setting_lighting01

setting lighting 1, tampak atas

(versi VR view-nya bisa lihat di sini)

Percobaan pertama, hasil fotonya menjadi seperti ini. Menurut penulis pribadi, hasil ini bagus, tapi cahaya dari depan yang terlalu terang, membuat dimensi wajah si model jadi hilang, ini jadi seperti foto “asal terang” aja.

photo_01

Mode Manual, f/4.5, 1/100s, ISO 320, FL 23mm

akhirnya, kekuatan (power) flash dari arah depan si model, penulis kurangi menjadi setengah dari level sebelumnya, tujuannya agar cahaya dari depan itu hanya berfungsi sebagai pengisi (fill-in) saja. Hasil fotonya menjadi seperti ini.

photo_02

Mode Manual, f/4.5, 1/100s, ISO 320, FL 19mm

Nah, hasil ini lebih memuaskan buat penulis, karena wajah si model jadi lebih terlihat berdimensi, tidak terang semua, tidak asal terang semua, lebih 3D kata orang animasi🙂
hahahaha.. mudah-mudahan enggak salah sebut istilahnya🙂

Langkah selanjutnya, penulis meminta si model memegang biola, agar tidak terasa “kosong” ornament / aksesoris pembantu fotonya. Hasil fotonya seperti ini.

photo_03

Mode Manual, f/4.5, 1/100s, ISO 320, FL 18mm

Pada sudut pemotretan ini, hal yang paling mengganggu buat penulis sebagai fotografer saat itu ada pada cahaya matahari yang tembus di sela-sela dedaunan, langsung dari atas. Untuk mensiasati cahaya matahari ini, dibutuhkan kesabaran dikit, dan bisa meminta si model untuk bergeser (kiri / kanan / depan / belakang) sedikit agar terhindar dari “bocoran” cahaya matahari yang jatuh ke kulit maupun wardrobe si model.

 

Bergeser sedikit dari lokasi awal pemotretan, terdapat satu pohon besar menjulang tinggi, penulis merasa tertarik dengan pohon ini, terutama akarnya yang muncul dengan sedikit artistik.

Akhirnya pohon besar ini, penulis gunakan sebagai latar / background foto berikutnya. Untuk tata cahaya, penulis menggunakan penataan seperti pada skema / gambar berikut ini.

setting_lighting02

setting_lighting 2, tampak atas

(versi VR view-nya bisa lihat di sini)

Percobaan pertama, penulis hanya meminta si model buat memegang biola saja. Hasilnya seperti foto berikut ini.

photo_04

Mode Manual, f/4.5, 1/100s, ISO 320, FL 25mm

Kurang puas, penulis mencoba menurunkan level cahaya dari arah kiri si model, dan menaikan sedikit level cahaya dari arah kanan si model. Hal ini karena penulis sangat menyukai efek rim light yang muncul di sisi kanan si model, juga efek rim light yang juga muncul di batang pohon besarnya. Cahaya dari depan juga penulis turunkan levelnya sedikit, agar dimensi (3D) di wajah si model tetap muncul.

Kali ini pose si model coba penulis arahkan seolah sedang bermain biola, hasilnya seperti ini.

photo_05

Mode Manual, f/4.5, 1/100s, ISO 320, FL 22mm

Coba penulis majukan sedikit posisi flash yang ada di sebelah kanan si model, tujuannya untuk mendapatkan sedikit efek “flare” dari cahaya yang keluar di flash. Hasilnya seperti ini.

photo_06

Mode Manual, f/4.5, 1/100s, ISO 320, FL 22mm

Muncul ide, ingat beberapa foto artistik karya maestro fotografi terkenal Indonesia, penulis coba matikan cahaya dari arah kiri si model, jadi tersisa dua buah flash saja, dari depan dan dari kanan si model. Hasilnya uhh.. sangat memuaskan penulis, dengan sedikit olah digital berupa penambahan tiga ekor burung merpat putih, foto menjadi lebih artistik seperti ini.

photo_07

Mode Manual, f/4.5, 1/100s, ISO 320, FL 22mm

 

 

Break atau istirahat sejenak, sekitar satu jam, karena sudah saatnya makan siang. Pemotretan dilanjutkan ke lokasi yang berikut, lantai 3 di reruntuhan bangunan kota Tua.

Pilihan lokasi jatuh ke lokasi yang masih ada “sisa” dua pintunya, busana si model telah berganti menjadi sedikit lebih sexy dibanding sebelumnya.

Fokus penulis sebagai fotografer, tetap pada mengekspose wajah dan kulit si model agar muncul lebih elegan, busana / wardrobe hanya sebagai penunjang saja.

Skema lighting / pencahayaan yang penulis gunakan bisa dilihat di gambar ini.

setting_lighting04, tampak belakang

setting_lighting04_back

setting_lighting04, tampak atas

(versi VR view-nya bisa lihat di sini)

Awalnya penulis tidak menggunakan flash yang berada tepat di belakang si Model, hasil fotonya seperti ini.

photo_08

Mode Manual, f/4.5, 1/80s, ISO 160, FL 32mm

Kurang memuaskan rasanya, akhirnya penulis menggunakan tambahan flash yang berada di belakang si model, tujuannya agar muncul efek rim light di rambut si model. Hasil fotonya seperti ini.

photo_09

Mode Manual, f/4.5, 1/80s, ISO 160, FL 39mm

 

photo_10

Mode Manual, f/4.5, 1/80s, ISO 160, FL 50mm

Coba menyuruh si model menggunakan biola, hasilnya seperti ini.

photo_11

Mode Manual, f/4.5, 1/80s, ISO 160, FL 50mm

 

photo_12

Mode Manual, f/4.5, 1/80s, ISO 160, FL 50mm

 

Tidak terasa, sesi pemotretan ini berlangsung cukup lama juga, tahu-tahu udah jam 4 sore, saatnya menutup sesi pemotretan, benahi peralatan, lalu beranjak pulang🙂

Special thanks buat modelnya,
yang mau disuruh-suruh oleh penulis untuk bergaya pegang biola,
juga kadang-kadang disuruh menunggu lama,
karena penulis sedang menata / test lighting dahulu🙂

Catatan Khusus :

Seluruh foto yang penulis tampilkan di artikel ini telah mengalami olah digital, berupa perubahan saturasi background (desaturate), pengaturan Brightness level, dan efek lensa hood (gelap di sisi luar foto). Tidak ada penambahan efek cahaya buatan. Warna kulit si model tidak berubah secara drastis, sedikit jerawat di wajah si model dihilangkan.

Penambahan tiga burung merpati, itu idenya datang pada saat penulis ingat kembali, di lokasi pemotretan ada beberapa ekor burung merpati yang berkeliaran didekat pohonnya.

liputan

Info Teknis :

– off-shoe Flash yang digunakan terdiri dari 2 buah flash Yong Nuo YN460ii dan satu buah flash Yong Nuo YN560
– 3 buah receiver (wireless) PT04-NE, yang dipasangkan ke hot-shoe masing-masing flash Yong Nuo
– 1 buah trigger (wireless) PT04-NE
– 2 buah Gobo flash (aksesoris), untuk mencegah cahaya berlebih bocor ke dinding background di belakang pohon.
– Kamera DSLR, Canon EOS 40D, Lensa Sigma 17-50mm f/2.8 EX DC OS HSM
– 2 buah tripod, 1 lightstand

Semoga Bermanfaat🙂

XNY

Satu pemikiran pada “Optimalisasi Foto Konseptual Dengan Teknik Strobist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s