Manajemen file Log Apache Server


Menggunakan Apache Server bukan berarti kita tidak me-maintenance file-file Log-nya. Jika tidak dilakukan maka satu buah file log, meskipun isinya dalam format text biasa, justru akan bertambah terus ukurannya, bahkan bisa berukuran puluhan Gigabytes.

Secara default, Apache server menggunakan 2 buah file log :
Access.log
Error.log

File Access.log berisi informasi akses terhadap website maupun file-file yang dishare via http service apache.
File Error.log berisi informasi error / kegagalan request / service khusus yang terjadi pada apache server.

Seiring dengan waktu dan intensitas akses terhadap web services dari Apache Server, maka kedua file ini akan terus bertambah ukurannya. Jika dibiarkan tanpa dikelola atau di hapus secara berkala, akan memakan space harddisk dan bisa membuat Apache Server jadi lambat karena meload file Log yang ukurannya bisa mencapai hitungan ratusan megabytes bahkan puluhan gigabytes.

Untuk menghindari hal ini terjadi, berikut ini langkah-langkah kelola file Log-nya :

1. Mengetahui Lokasi file Log Apache Server.

secara default file-file Log dari Apache Server terletak di folder :

apache/logs (Pada OS Linux)
atau
[Drive]:\xampp\apache\logs (Pada Windows yang menggunakan XAMPP)

Lokasi file-file log ini perlu kita ketahui, agar mudah melakukan proses maintenance.

2. Menggunakan fitur “rotatelogs” yang dimiliki oleh Apache Server

Secara default fitur “rotatelogs” terletak di folder :

apache/bin (Pada OS Linux)
atau
[Drive]:\xampp\apache\bin (Pada Windows yang menggunakan XAMPP)

khusus untuk rotatelog di XAMPP (Windows), diwakili oleh file : rotatelogs.exe



3. Konfigurasi Apache Server (httpd.conf)

Agar bisa menggunakan fitur rotatelogs dari Apache Server, kita perlu mengkonfigurasi ulang settingnya lewat file “httpd.conf“.

Secara default file “httpd.conf” terletak di folder :

apache/conf (Pada OS Linux)
atau
[Drive]:\xampp\apache\conf (Pada Windows yang menggunakan XAMPP)

Buka / open file “httpd.conf” dengan text editor
search / cari syntax berikut :

CustomLog logs/access.log common

Ganti / replace / overwrite dengan syntax berikut :

#CustomLog logs/access.log common
CustomLog "| D:/xampp/apache/bin/rotatelogs.exe D:/xampp/apache/logs/access_%Y%m%d.log 86400" combined

syntax tersebut bisa diterapkan di XAMPP (Windows),
yang penting lokasi folder XAMPP dan Apache servernya seperti demikian.
Untuk angka 86400 itu artinya 1 hari (60 detik X 60 Menit x 24 jam)

Secara logika kita mengubah nama file access.log menjadi unik mengikuti pola Tahun bulan dan tanggal, dan terus berubah tiap satu hari. Rotatelogs.exe yang melakukan rotasi penamaan file log ini tiap satu hari sekali. Jangan lupa untuk merestart Apache Server saat perubahan setting ini telah dilakukan dan disave / simpan settingnya

Cara yang sama bisa kita lakukan terhadap file “error.log“, hanya kali ini tidak dianjurkan oleh saya, karena biasanya file error sama sekali kurang bermanfaat untuk di maintain. File error sangat sedikit pertambahan ukuran filenya, biasanya hanya terjadi jika ada error pada service Apache Server. File “error.log” bisa langsung kita hapus tanpa masalah.

4. Menghapus secara berkala file-file Log dari Apache Server.

Jika fitur rotatelogs telah berjalan dengan sempurna, maka kita bisa secara rutin, misalnya setiap minggu, menghapus file log :

access_*.log
dan
error.log

untuk access_*.log, silahkan dihapus file-file log lama yang tanggalnya berusia lebih lama satu atau dua hari dari tanggal hari ini.

Contoh Log file yang telah di setting dan bisa dihapus

Dengan demikian file-file log dari Apache Server tidak akan memakan space / tempat yang cukup besar, juga proses loading file log-nya akan sangat cepat dilakukan oleh Apache Server.

Sebagai catatan khusus, penggunaan fitur RotateLogs pada Apache Server khususnya di lingkungan sistem operasi Windows 2000 Server maupun di Windows 7, sering menimbulkan error. Contohnya saat service Apache di Stop, service RotateLogs ternyata tidak ikut berhenti / stop. Atau pada beberapa kejadian RotateLogs membuat banyak window command (multiple prompt windows command), yang terus menumpuk. Untuk mencegah hal ini terjadi maka perlu dilakukan langkah-langkah seperti berikut :

a. Men-setting Permission Access dari file “RotateLogs.exe”, agar bisa diakses oleh semua user seperti gambar berikut :

b. Memasukan file “RotateLogs.exe” ke dalam Trusted Application jika menggunakan antivirus contohnya seperti Kaspersky Antivirus Server seperti gambar berikut :

Semoga bermanfaat
XNY

Satu pemikiran pada “Manajemen file Log Apache Server

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s