Cross Processing Reloaded


Metode color casting yang jaman dulu ngetrend, ternyata di era digital ini masih banyak penggemarnya dan diadaptasi dalam olah digital fotografi sekarang.

Cross Processing (Xpro), ternyata telah dikenal lama, sejak awal tahun 1960an. Saat itu Kodak yang pertama kali memperkenalkan petunjuk cara mengolah film tipe E4 yang diolah dalam bahan kimia untuk film tipe C22. (sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Cross_processing).

Kemudian di era tahun 70an, Xpro menjadi lebih terkenal untuk diimplementasikan ke tipe film negatif dan tipe slide film positif.

Normalnya, proses “pencucian” film negatif menggunakan bahan kimia bertipe C41,

Bahan kimia C41

proses “pencucian” film slide positif menggunakan bahan kimia tipe E6.

Bahan kimia E6

Namun, pada era itu justru penggunaan bahan kimianya ditukar penggunaannya.
Film negatif menggunakan bahan kimia E6 (untuk film positif),
slide film positif menggunakan bahan kimia C41 (untuk film negatif).
Hal inilah yang kemudian dikenal sebagai bentuk Cross Processing (Xpro) di era itu.


Warna foto hasil Xpro dengan metode pertukaran bahan kimia itu,
pada film negatif hasilnya cenderung bernuansa kehijauan yang diperkuat oleh warna kekuningan yang biasa muncul sebagai skintone / warna kulit manusia. Hasil Xpro kala itu, ternyata cukup bervariasi, tergantung dari tipe / merek film (negatif / positif) yang digunakan. Pada kebanyakan hasil Xpro, tipikal warnanya kekuningan untuk area hilight, dan kebiruan untuk area shadow.

Contoh hasil foto dari film negatif yang Xpro dan dipush +2

Contoh variasi Xpro film

Di era 70an dan 80an metode Xpro banyak digunakan oleh fotografer untuk memberikan nuansa khusus dan berbeda pada hasil foto mereka.

Beralih ke era kamera digital sekarang, ternyata masih banyak fotografer yang tetap menyukai warna warna khas era Xpro jaman doeloe🙂

Beberapa fotografer sekarang ini, menggunakan tone color yang menyerupai hasil Xpro jaman doeloe, dan menjadikan semacam signature / ciri khas dia dalam hasil fotonya. Yang saya amati,
hal ini berlangsung sekitar 3 – 4 tahun terakhir, tone color unik itu muncul kembali sebagai gaya foto dan langsung menjadi trend dikalangan fotografer masa kini.

Dikalangan fotografer, cara olah digital (oldig) entah itu melalu Adobe Photoshop maupun Adobe Lightroom yang menghasilkan tone color unik itu (saya sebut “Retro color“) menjadi topik hangat dan sering didiskusikan.

Pertanyaan utama yang sering muncul adalah, Bagaimana cara menghasilkan Retro Color seperti itu ??

Berikut ini coba saya ungkap “rahasia” olah digitalnya :

A. Retro Color yang dihasilkan lewat Photoshop

Agar, lebih mudah menerapkan ke foto anda, maka telah saya sediakan beberapa Action Script (ATN) dari Photoshop yang siap pakai, tinggal anda pilih sesuai selera anda.

Dowload file kumpulan Action script dalam format file Zip di link berikut.

DeviantArt XPro Action

Tinggal anda pilih Action Script Photoshop yang anda ingin download

Jalankan aplikasi Adobe Photoshop CS atau versi terbarunya. Klik tab Actions pada navigasi Photoshop sebelah kiri, atau tekan tombol Alt-F9 untuk memunculkannya.

Lalu klik tombol untuk memunculkan kontrol menu Actions.

pada menu yang muncul aktifkan opsi “Button Mode”.

Klik sekali lagi tombol pada bagian tab Actions, lalu pilih Clear all Action

Jika muncul jendela konfirmasi seperti berikut, klik Yes.

Klik sekali lagi tombol , pilih Load Actions, browse ke folder “Action Retro” yang kita buat sebelumnya, pilih file-filenya (ATN). Lalu klik tombol “Load”.

Ulangi lagi untuk file ATN yang lain. Sampai semuanya terload dan muncul button-button actionnya

Sekarang anda tinggal meng-Open file foto yang anda ingin olah tone colornya, coba anda klik salah satu button yang terdapat pada tab Actions tadi. Lihat efeknya pada foto anda.

Sangat mudah bukan ??

B. Retro Color yang dihasilkan lewat Lightroom v2.X

Download terlebih dahulu file zip (Presets) Lightroom di link berikut ini :

http://www.thelightsright.com/files/tools/TLRCrossProcessingLRPresets/TLRCrossProcessingLRPresets.zip

Buat folder baru diharddisk anda, beri nama “Retro Presets”, lalu ekstrak seluruh isi file Zip yang
telah kita download sebelumnya.

Jalankan aplikasi Adobe Lightroom v2.x
Lalu pada bagian Presets, klik kanan, lalu pilih New Folder, beri nama folder Retro Presets

lalu sekali lagi klik kanan, pada User Presets yang muncul, pilih Import,

pada jendela yang muncul, browse ke lokasi folder Retro Presets yang telah kita buat sebelumnya, pilih semua filenya (Select all)
lalu klik tombol Import.

Sekarang Lightroom telah siap digunakan, coba anda load foto anda, lalu coba preset Retronya satu persatu, lihat efeknya pada foto anda.

Sangat praktis🙂

Berikut ini contoh hasil implementasi Retro Color dari Photoshop.

Untuk efek vignette (gelap di sudut-sudut fotonya), bisa dihasilkan melalui filter “Render – Lighting effects” dengan setting seperti berikut.

Penambahan efek Vignette pada foto

Contoh lain implementasi gabungan desain foto (retro color + kertas tua + bg kayu)

Contoh desain dengan teknik oldig gabungan

Semoga Bermanfaat.

6 pemikiran pada “Cross Processing Reloaded

  1. Om sonny, kok actionnya aku gak bisa download ya ?
    Ketika di klik keluar website tapi gak ada pilihan downloadnya..

    Thanks,
    Jonathan

  2. Terima kasih Sekali atas sharingnya yang sangat bermanfaat, ilmu memang harus di share biar mengalir pahal amalannya….kaya ustadz aja.., sekali lagi thanks mas Sonny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s