Bermain Dengan Lampu Flash (Slow Synchronization Flash)


Halo sobat, bagi yang senang bereksperimen dengan lampu flash kamera, berikut ini ada beberapa hal menarik yang patut dicoba.

Biasanya kita mengenal pemakaian lampu flash dari kamera (digital / analog) ditujukan untuk menerangi objek sehingga hasil foto bisa lebih jelas / terang. Penggunaan lampu flash lebih sering pada kondisi objek kekurangan cahaya atau objek tidak diterangi cahaya.

Jika kita tidak menggunakan lampu flash, maka pada kondisi kekurangan cahaya terpaksa kita menurunkan shutter speed dari kamera menjadi sekitar 1 detik atau lebih lambat lagi. Tujuannya agar mendapat detail objek yang lebih baik. Tetapi penggunaan shutter speed yang lambat sering kali juga menghasilkan gambar yang blur, karena objek cenderung bergerak (contohnya manusia).

Muncul pertanyaan, bagaimana jika kita menggabungkan penggunaan lampu flash dengan shutter speed yang lambat ? Hasilnya ternyata memberikan variasi yang jika kita amati efek fotonya luar biasa.

Penggabungan lampu flash dengan shutter speed yang lambat, dalam dunia fotografi dikenal dengan istilah Slow Synchronization Flash. Pada kamera digital modern, setting Slow Sync Flash ini telah menjadi fitur standard, hampir semua kamera digital telah memilikinya. Bahkan pada beberapa kamera digital SLR melalui mode Manual, Slow Sync Flash ini bisa diatur shutter speed dan kapan lampu flashnya menyala / nyamber.

Secara garis besar Slow Sync Flash dibagi dalam dua jenis :
a. First Curtain Sync (Rear Sync), berarti pada setting shutter speed yang lambat misalnya 2 detik, lampu flash akan menyala bersamaan dengan saat tombol shutter ditekan.
b. Second Curtain Sync (Front Sync), berarti pada setting shutter speed yang lambat misalnya 2 detik, saat tombol shutter ditekan flash tidak menyala, flash baru menyala pada detik kedua / terakhir.

Gambar berikut ini menjelaskan bagaimana kedua jenis Slow Sync Flash bekerja :

Flash Slow Sync Type

Jika dilihat, efek dari penggunaan First Curtain Sync hasilnya membuat objek utama terlihat fokus, sedangkan latar belakang menjadi agak blur. Seperti foto di bawah ini.

First Curtain Effect

Sedangkan efek Second Curtain Sync hasilnya akan membuat objek utama fokus tetapi terdapat jejak gerakan dari si objek utama. Seperti foto di bawah ini.

Second Curtain Effect

Dalam seni fotografi, penggunaan Slow Sync Flash (2 jenis) ini menjadi sebuah cara untuk mendapatkan efek foto yang khusus / special tanpa harus melalui pengolahan melalui kamar gelap (Darkroom) maupun melalui komputer. Bahkan pada kondisi pencahayaan yang unik Slow Sync Flash akan memberikan efek yang luar biasa. Beberapa fotografer sering menggunakan teknik ini untuk mendapatkan foto-foto unik yang sangat berharga dan memiliki nilai seni tinggi.

Berikut ini adalah contoh-contoh foto yang menggunakan teknik Slow Sync Flash.

Semoga Bermanfaat🙂

Satu pemikiran pada “Bermain Dengan Lampu Flash (Slow Synchronization Flash)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s