Praktek teknik foto Painting with Light + Editingnya


Setelah beberapa kali saya dan seorang sohib saya (Agus) diskusi mengenai karya foto Eric Curry dengan teknik fotonya yang dikenal sebagai Painting with Light, akhirnya kami punya kesempatan mencoba (jajal) teknik ini.


Peralatan yang dibutuhkan untuk teknik Painting with Light :

1. Tripod (harus), sedapat mungkin gunakan tripod yang kokoh dan tidak mudah goyah
2. Kamera DSLR (Canon EOS 50D) + lensa 24-70mm (f2.8)
3. lampu Flash External (580EX II, TTL), biasa dikenal sebagai sebutan flash kodok, yang utama adalah flashnya memiliki tombol test, dan bisa diatur kekuatan / intensitas cahayanya.
4. Kabel rilis, atau remote kamera, fungsinya untuk mengurangi shake / goyang kamera akibat si fotografer memencet tombol shutter saat motret.

Syarat lainnya :
1. Lokasi pemotretan, harus sedapat mungkin dalam kondisi gelap total, lebih kepada menghindari proses editing terhadap ambien light (cahaya lain) yang ikut terekam dalam foto.
2. Dibutuhkan minimal 2 orang untuk proses pemotretan, orang pertama bertugas memencet tombol shutter (kabel rilis / remote), dan orang yang kedua bertugas menyalakan lampu flash (tombol test) dengan mengarahkan ke bagian tertentu pada objek yang akan difoto. Orang ke 3 (tambahan) bisa digunakan sebagai penghalau aktifitas orang lain yang akan lalu lalang diseputar area pemotretan, bisa juga sebagai tenaga pengganti orang kedua yang menyalakan lampu flash.

Kami (saya, Agus & Haris) kali ini dapat kesempatan motret mobil milik Agus di lokasi sekitar Kebon Raya Cibodas. Kebetulan kami dapat ijin akses masuk ke dalam lokasinya sekitar jam 7 malam.

Tahapan persiapan pemotretan :
1. Mobil diparkir tepat di depan rumah (fungsinya agar hasil Background fotonya tidak kosong)
2. Pemilihan angle / sudut foto yang akan diambil, sedapat mungkin menghindari sorotan lampu teras rumah secara langsung, paling nggak terhalang bodi mobil.
3. Fokusing awal objek mobil, gunanya untuk mendapatkan ketajaman optimal pada hasil foto mobilnya. Bisa dengan menggunakan bantuan lampu senter.
Setelah semuanya siap, lalu kami teruskan dengan langkah-langkah pemotretan sesungguhnya :

1. Motret kap mesin depan mobil, kamera di setting :
f/11, speed = 10 second, ISO 250, FL = 24mm
lampu flash, diarahkan dari atas ke kap / tutup mesin, dengan memencet tombol test sebanyak beberapa kali (kekuatan flash disetting 1/4-nya, agar kecepatan nyala berikutnya tidak terlalu lama), flash dinyalakan sekitar 10 – 15 kali.

2. Motret body + velg kanan mobil, setting kamera tetap sama, begitu juga setting flashnya.

3. Motret bumper, grill + lampu depan mobil (off / mati), setting masih sama.

4. Motret bagian bawah depan mobil, setting masih sama.

5. Motret bagian bawah kanan mobil, setting masih sama.

6. Motret bagian bawah mobil (tepat di bawah mobil), setting masih sama.

7. Motret kabin penumpang belakang mobil, setting masih sama.

8. Motret kabin depan (driver) mobil, setting masih sama.

9. Motret lampu senja mobil (depan), setting kamera diubah (flash tidak digunakan) :
f/2.8, speed = 1/400 second, ISO 250, FL = 24mm.
Tujuannya agar tampilan lampu tidak menjadi “burst” (mirip bintang), akan tetapi tetap menampilkan bentuk lampunya secara utuh.

10. Motret lampu standard mobil (depan), setting kamera diubah (flash tidak digunakan) :
f/2.8, speed = 2 second, ISO 250, FL = 24mm.

11. Motret lampu jauh / sorot mobil (depan), setting kamera diubah (flash tidak digunakan) :
f/2.8, speed = 1/500 second, ISO 250, FL = 24mm.

12. Motret jalanan depan mobil, setting kamera diubah :
f/11, speed = 10 second, ISO 250, FL = 24mm

13. Motret jalanan samping kanan mobil, setting masih sama.

14. Motret background Rumah (depan / kanan), setting masih sama.

15. Motret background Rumah (depan), setting masih sama.

Setelah proses pemotretan yang cukup lama, ditambah kendala cuaca udara sangat dingin di lokasi (Cibodas). Akhirnya kami kembali ke tempat penginapan.

Giliran saya yang diminta untuk menggabungkan semua hasil foto itu dengan Photoshop🙂

Proses penggabungannya “sangat mudah”🙂
Terlebih bagi yang telah mengenal proses Masking dalam Photoshop🙂


berikut langkah-langkah penggabungannya :

1. Jalankan aplikasi Adobe Photoshop CS

2. Buka file foto pertama (kab mesin depan) seperti berikut

3. Tekan D untuk mengaktifkan warna default

4. Lalu gunakan Brush Tool (warna hitam) untuk menghilangkan tampilan lampu flashnya

5. Hasilnya jadi seperti berikut ini

6. Buka file foto kedua (body + velg kanan) seperti berikut

7. Select All foto kedua (tekan Ctrl+A), lalu di copy ke clipboard (Ctrl+C)

8. Tutup foto kedua, lalu pada foto pertama di paste hasil copynya (Ctrl+V)

9. Hasil pastenya akan jadi layer 1, tepat di atas layer “Background”

10. Ke menu Select, pilih “Color Range”

11. Lalu arahkan Color Pickernya ke pojok kiri atas dari foto (warna hitam), lalu klik warna hitamnya (sedapat mungkin yang dipilih harus warna hitam). Lalu ubah setting dialog boxnya menjadi :
Fuzziness = 200
Opsi “Invert” aktif
Opsi “Selection”.

12. Klik ok pada dialog box Color Range, hasilnya seperti berikut ini

13. Klik tombol (Add layer mask) pada bagian layer seperti berikut

14. Hasilnya Layer 1 akan diberikan Mask layer sehingga menjadi seperti berikut.

15. Tampilan foto jadi seperti berikut (foto tergabung).

Wow !! sangat gampang / mudah bukan ??🙂 hehehe

sisa fotonya digabungkan dengan cara yang sama persis (langkah 6 sampai 15 di atas). Khusus untuk lampu flash yang “bocor” masuk ke dalam foto bisa kita hilangkan terlebih dahulu dengan Brush Tool (warna hitam), sebelum kita masking fotonya.

Hasil akhirnya seperti ini (setelah opacity layer-layernya di atur kembali) :

hasil akhir

14 pemikiran pada “Praktek teknik foto Painting with Light + Editingnya

  1. Wuidih.. niat amat Bro .. hanya senang2 doang apa project nih? .. hehe, abis dingin2 diluar .. didalam anget kan? ..
    satu kata Bro ..”GILAKERENABISFOTONYA”

  2. kereeennn…
    tp gw masih belum ngerti tentang colour range
    kenapa harus menggunakan warna paling gelap (hitam)
    lalu nilai 200 itu tujuannya apa?
    apakah nilai 200 itu bergantung pd situasi
    lalu tujuannya invert apa ya?
    kalau bisa dijelaskan lagi, thanks banget bro…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s