Cek Kembali MCB Listrik Rumah Anda.


Listrik rumah anda sering mati (saklar off) saat menyalakan ac, komputer, setrikaan maupun televisi secara bersamaan ? Tagihan listrik tiba-tiba naik setelah instalasi listrik rumah diperbaiki petugas PLN ?? berikut ini sumber masalahnya.

Hal paling utama yang perlu kita ketahui terlebih dahulu adalah berapa Watt (daya listrik) yang terpasang di rumah kita. Untuk mengetahuinya cukup mudah kok, kita cukup meneliti bagian saklar (switch on/off) di box listrik PLN yang biasanya terpasang di dinding luar rumah kita.

Seperti ini box listrik PLN-nya.

kita teliti bagian saklar-nya (area yang tidak ditandai warna biru) di gambar berikut.

Jika dilihat lebih dekat wujud saklarnya seperti ini.

yang ditandai warna kuning itu angkanya menunjukan nilai Ampere = 10 A (Ampere)
yang ditandai warna merah itu angkanya menunjukan nilai Voltase = 230 Volt
sedangkan yang ditandai warna biru itu merupakan kode register / segel
yang berarti ini saklar milik (dipasang oleh) PLN. Keasliannya bisa diteliti dibagian ini.

Nah, nilai Watt (daya listrik) itu diperoleh dari :

Watt = A (Ampere) x (dikalikan) V (Volt)
Watt = 10A x 230V = 2300 Watt

Itu artinya installasi listrik PLN yang terpasang di rumah (penulis) dayanya = 2300 Watt

Saklar ini di dunia kelistrikan lebih dikenal sebagai MCB (Miniature Circuit Breaker).
MCB, dibaca “em si bi” :)

MCB merupakan singkatan dari Miniature Circuit Breaker yang memiliki fungsi sebagai pemutus arus listrik jika arus listrik mengalami kenaikan secara mendadak atau perlahan hingga mencapai batas maksimal kemampuan MCB, selain itu MCB juga berfungsi sebagai pengaman hubung singkat. MCB merupakan salah satu pengaman arus listrik yang menggunakan bimetal sebagai komponen utama, bimetal adalah dua lapis logam yang memiliki koefisien muai yang berbeda dan disatukan dengan posisi sejajar, sehingga ketika arus listrik yang mengalir pada bimetal melebihi batas maka akan menimbulkan panas dan bimetal menjadi bengkok karena logam yang memiliki muai lebih tinggi akan memuai lebih panjang sedangkan logam yang memiliki muai lebih rendah akan memuai lebih pendek. Sehingga logam yang memiliki muai lebih tinggi akan membengkok ke arah logam yang memiliki muai lebih rendah, bimetal yang membengkok akan memicu MCB untuk off. Selain itu MCB juga menggunakan elektromagnetik sebagai komponen utama, jika bimetal berfungsi memutus arus listrik lebih maka elektromagnetik berfungsi memutus arus listrik jika terjadi hubung singkat.

penulis lebih suka menyebutnya sebagai Master Saklar (saklar utama), hal ini karena jika saklar ini di switch off (matikan), maka listrik seluruh bagian rumah kita juga otomatis padam (mati).

Aliran listrik yang lewat Master Saklar ini pada tipe perumahan yang cukup modern, biasanya akan didistribusikan lagi secara terpisah melalui dua atau beberapa MCB yang biasanya terletak di dinding dibalik box listrik PLN ini.

Seperti ini bentuk kumpulan MCB yang biasanya terletak di dinding dibalik Master Saklar, dan biasanya terletak di dalam rumah kita.

Mengapa dari satu Master Saklar harus dipecah lagi menjadi beberapa saklar (MCB) ??

Hal ini lebih agar lebih mengamankan jaringan listrik terutama peralatan elektronik dalam rumah kita. setiap saklar (MCB), atau penulis lebih suka menyebutnya sebagai Mini Saklar, mewakili area kecil jaringan listrik dalam rumah kita secara terpisah.

Artinya jika terjadi kegagalan / koslet atau kelebihan beban listrik di area tertentu rumah kita (misalnya di kamar), maka “biasanya” Mini saklar ini yang otomatis turun (off), bukannya Master Saklar.

Mini saklar (MCB) berfungsi mencegah kelebihan beban / koslet menyebar ke seluruh jaringan listrik di bagian lain rumah kita.

Ukuran / kapasitas beban maksimal (Watt / daya listrik) yang boleh ditangani oleh Mini saklar (MCB) ini, tidak boleh melebihi Master Saklar-nya. Artinya jika master saklarnya menggunakan tipe 10A (ampere), maka Mini saklar nilai maksimalnya adalah 10A (ampere) juga, segera ganti Mini Saklar di rumah anda jika nilai Ampere-nya melebihi nilai Ampere dari Master saklar. Jangan khawatir,

    Mini saklar bisa kita ganti sendiri tanpa bantuan petugas PLN, karena biasanya Mini saklar ini tidak mempunyai segel khusus PLN, sehingga mudah dibongkar pasang. Juga tidak akan kena sangsi dari PLN jika kita hanya menggati Mini saklar yang rusak

:)

Lalu idealnya berapa Ampere (A) yang sebaiknya digunakan oleh Mini saklar (MCB) rumah kita ??

Jawabannya tergantung beban / daya listrik yang dibutuhkan masing-masing area dalam rumah kita.

Anggaplah di dalam kamar kita terpasang AC yang butuh daya listrik 1000 Watt, dan komputer (PC) yang butuh daya 200 Watt, serta lampu kamar yang hanya butuh 23 Watt, maka total daya listrik yang dibutuhkan area kamar kita itu menjadi

Total daya = 1000 Watt + 200 Watt + 23 Watt = 1223 Watt

Maka Mini saklar (MCB) yang menangani area kamar kita itu bisa kita pakai yang berukuran 6 (enam) Ampere. Yang mana beban maksimal yang bisa ditampung Mini saklar (MCB) menjadi

Beban Max Mini Saklar (MCB) = 230V x 6A = 1380 Watt

Sesuai dengan total daya yang kita butuhkan untuk area kamar kita (1223 Watt), jika kita pakai yang tipe 4 (empat) Ampere, maka beban maksimal yang bisa ditampung Mini saklar (MCB) itu =

230V x 4A = 920 Watt

Kurang dari yang kita butuhkan (1223 Watt), akibatnya jika dipaksakan pakai Mini saklar 4A, akan sering terjadi padam (off) listrik di area kamar kita. Jauh lebih ideal pakai yang tipe 6A.

Berdasarkan informasi ini, anda bisa mengkalkulasi / menghitung ulang daya listrik dari masing-masing area dalam rumah anda agar anda bisa menggunakan Mini saklar (MCB) yang ukuran Ampere-nya lebih sesuai. Jangan sekali-kali menggunakan Mini saklar (MCB) yang nilai Ampere-nya melebihi Master saklar, bahaya !! karena fungsi pemutus listrik otomatis-nya tidak akan bekerja maksimal jika terjadi koslet / kelebihan beban, akibatnya bisa bikin rusak Master saklar-nya juga, bahkan kemungkinan terjadi kebakaran akibat koslet bisa lebih besar.

Penggunaan Mini saklar dengan nilai Ampere yang sesuai, secara otomatis akan membuat listrik di area tertentu rumah kita jauh lebih efisien dan aman, juga tagihan listrik tidak akan membengkak karena daya listrik yang disalurkan tidak berlebih.

Seperti ini gambaran penggunaan Mini saklar dalam bentuk yang mudah dipahami,
yang dimulai dari bagian Master saklar (MCB) yang biasanya ada di dinding luar rumah,
menuju ke kumpulan Mini saklar (MCB) yang biasanya ada di dalam rumah.
Kabel warna-warni (kuning, hijau, merah) itu mewakili jalur listrik menuju
ke area tertentu dalam rumah kita.

Gambar pertama

Master Saklar = 10 A (Ampere)
Mini Saklar = 10 A (Ampere)
rekomendasi maksimal pada mini saklar,
tapi penggunaan 10 A (Ampere) jika ternyata daya listrik yang kita gunakan ternyata
lebih kecil dari itu, ini mengakibatkan ketidak efisien alias pemborosan listrik,
akibatnya tagihan listrik akan selalu tinggi tiap bulannya.

 

Gambar kedua

Master Saklar = 10 A (ampere)
Mini saklar = 6 A (Ampere),
rekomendasi efisien (kalkulasi ulang) pada mini saklar,
jika daya yang kita pakai ternyata lebih besar, akan sering mengakibatkan Mini saklar sering
mati (off), tagihan listrik akan cukup hemat tiap bulannya.

 

Gambar Ketiga

Master Saklar = 10 A (Ampere)
Mini saklar = 16 A (Ampere),
ini sangat berbahaya, karena fungsi MCB pada mini saklar tidak akan berjalan,
akibatnya Master Saklar yang akan sering mati (off) kalau terjadi kelebihan beban,
bahkan bisa mengakibatkan kebakaran akibat kelebihan beban.
Tagihan listrik tiap bulan dipastikan akan tinggi sekali.

 

Gambar Keempat

Master Saklar = 10 A (Ampere)
Mini Saklar, bervariasi = 6 dan 10 A (Ampere),
ini setelah kita melakukan kalkulasi tepat terhadap kebutuhan daya listrik masing-masing
area dalam rumah, hasilnya daya listrik menjadi lebih efisien penggunaannya, tagihan listrik
tiap bulan akan menjadi lebih hemat.

Beli MCB berkualitas.
Untuk mengganti Mini saklar (MCB) sesuai dengan yang kita butuhkan (hasil kalkulasi ulang), di pasaran ada banyak merek MCB (baca “em si bi”) yang beredar / dijual, berhati-hatilah dalam memilih MCB ini, rekomendasi yang bisa penulis berikan :

carilah yang bermerek “Merlin Gerin” atau yang bermerek “Schneider” jangan gunakan MCB yang tidak jelas mereknya (Made in China), biasanya akan mudah rusak saat kita pakai, MCB abal-abal tidak akan tahan lama, satu minggu / bulan pemakaian biasanya akan langsung rusak.


kisaran harga = Rp 35.000 sampai Rp 45.000

Beli sesuai dengan nilai Ampere yang anda inginkan, jangan lebih besar dari nilai Ampere Master saklar, kalau bisa dikalkulasi lagi kebutuhan dayanya, agar jauh lebih efisien pemakaian listrik dan tagihan listrik bisa hemat tiap bulannya.

 

Cara Mengganti Mini Saklar (MCB)

1. Siapkan lampu senter, obeng minus berukuran sedang, obeng plus berukuran sedang, MCB baru yang kita beli

2. Matikan Master saklar yang terdapat di dinding luar rumah kita

3. Buka tutup box tempat Mini Saklar di dalam rumah kita

4. Pastikan letak Mini Saklar mana yang akan kita ganti

Yang penulis tandai :
- warna merah = Mini saklar (MCB) yang kualitasnya jelek akan penulis ganti
- warna Kuning = Mini saklar (MCB) yang nilai Ampere-nya melebihi Master saklar, harus diganti

5. Lepaskan 2 kabel (atas dan bawah) yang masuk ke dalam Mini Saklar yang akan kita ganti, dengan menggunakan obeng minus / plus yang telah kita siapkan

6. Hapalkan warna / urutan kabel yang kita lepas itu

7. Lepaskan Mini Saklar dari dudukannya, caranya dengan menarik bagian penjepit (bentuk persegi berlubang) yang terdapat dibawah Mini saklar, di tarik kebawah dengan bantuan obeng minus, lalu dorong / tarik ke atas Mini saklar (MCB)-nya.

8. Setelah Mini saklar terlepas, pasang mini saklar yang baru ke tempatnya (pengganti)

9. Pasang kembali dua kabel (atas dan bawah) ke dalam Mini saklar yang baru, kencangkan penahannya dengan obeng minus / plus

10. Nyalakan kembali Master Saklar di luar dinding rumah kita

11. Cek / nyalakan Mini saklar yang baru itu, coba daya listriknya dengan menyalakan peralatan listrik / elektronik di area rumah yang ditangani oleh Mini saklar ini.

12. Jika tidak ada efek Mini saklar turun / mati (off), berarti anda sukses ganti Mini saklar (MCB).

13. Pasang kembali tutup box Mini saklar, tandai dengan label tulisan, area listrik rumah yang ditangani oleh masing-masing saklar

Pada saat bayar listrik di bulan berikutnya, coba anda bandingkan dengan tagihan listrik di bulan sebelumnya :)
Semoga lebih hemat lagi tagihan listriknya :)

Semoga Bermanfaat.

About these ads

45 Tanggapan to “Cek Kembali MCB Listrik Rumah Anda.”

  1. Katrin Says:

    Salam kenal.

    Informasi mengenai MCB sangat menarik dan jelas. Terima kasih banyak.

    Mohon bantuan untuk masalah di rumah saya:
    1. Jika ac A digunakan bersama ac B atau dengan alat listrik lain tidak masalah.
    2. Ketika baru dipasang, ac C tidak boleh dinyalakan bersama ac lain, atau MCB utama akan trip.
    3. Sekarang lebih parah lagi, jika ac C nyala dengAn memadamkan lampu, hanya kulkas yang menyala, MCB tetep trip.
    4. Perkembangan lebih lanjut, jika ac C nyala, dengan pemakaian lain diminimalkan, kadang tidak trip. Herannya setelah ac C padam, MCB trip.
    5. Tidak terjadi masalah apapun jika ac C tidak digunakan.
    6. Pada saat MCB utama trip, MCB mini tidak ada yang trip.

    Mas Sonny, tolong. Apa yang terjadi dengan ac C, dan bagaimana jalan keluarnya?

    Thanks

    • sonnysoleman Says:

      Sebelumnya, coba dicek masing2x mcb mini / mini saklar, itu menangani area listrik mana saja. Tandai masing2x mini saklar itu dgn label tempel. Cara ngeceknya mudah, tinggal diswitch on/off saja mini saklarnya dan lihat area mana yg padam listriknya.
      Langkah selanjutnya mengkalkulasi total daya listrik di masing2x area yg ditangani tiap mini saklarnya. Jika ada area listrik yg total dayanya melebihi daya listrik terpasang, ini sumber masalahnya. Bisa di atasi dgn mengganti lampu dgn watt yg lebih kecil, atau memindahkan jalur listrik yg digunakan alat listrik seperti ac, ke area listrik yg total dayanya masih kecil.
      Langkah selanjutnya, memperbaiki instalasi mini saklar jika ada kabelnya yg gosong atau rusak, ganti dgn tipe kabel listrik inti tunggal yg tebal bukan tipe tembaga serabut. Ganti juga mini saklar yg sudah berumur satu tahun lebih atau yg sudah rusak. Untuk ac, modus hemat dayanya biasanya ada pada setelan suhu 26 atau 27 derajat. Hindari jalur listrik ac yg terpasang satu area dgn kulkas atau setrikaan, kecuali instalasi kabel listriknya displit lg menjd dua mini saklar yg baru.

  2. kadek agus indrawan Says:

    salam kenal
    mohon bantuannya dengan listrik rumah saya.
    saya baru membeli ac 1/2 pk dan dipasangkan pada kamar saya. sebelumnya normal tapi setelah beberapa hari ac mendadak mati sendiri. perkiraan saya pertama ada masalah pada AC nya, tetapi setelah dicek ac normal. sama petugas ac dibilang voltase listrik nya rendah, kurang dari 220 klo ngga salah.
    saya menelpon pln, setelah dicek oleh pln KWH meter tegangannya normal (220) dan di beberapa stop kontak tegangan normal. hanya di stop kontak tempat ac yg teganggannya kurang dari 220. hanya dikamar saya yg mengalami masalah dengan tegangan listrik, di ruangan lain tidak ada masalah. mcb yg satu jalur dengan kamar saya juga terhubung dengan kamar lain yg tidak ada masalah dengan tegangan.
    sedangkan jika dipakai untuk menyalakan televisi dikamar tidak ada masalah. mcb tidak pernah trip.
    oleh pln disuru mengecek kabel2 dimana harus membongkar plavon rumah. adakah solusi yang lain?
    maaf kepanjangan… terima kasih

    • sonnysoleman Says:

      Untuk problem dengan listrik yang sering trip MCB-nya (switch off otomatis),
      yang utama dicek itu adalah pemakaian daya listrik-nya (satuan Watt),
      buka pemakaian voltase listriknya (satuan Volt),

      sudah cukup jelas saya tunjukan di artikel ini,

      Daya listrik (Watt atau Volt Ampere) = Nilai Ampere pada MCB dikalikan dengan nilai Voltase-nya.

      atau

      Watt = Ampere x Volt.

      coba cek master saklar MCB rumah anda itu, berapa Ampere dan berapa Volt yang tertera di saklarnya ??

      Nah, daya listrik terpasang di rumah anda = Ampere x Volt = … sekian Watt.

      sekarang tinggal cek AC yang dipasang itu startup dan operasionalnya butuh berapa Watt ??

      Jika ternyata nilai Watt AC melebihi nilai Watt terpasang,
      ini artinya mau gak mau anda harus menaikan daya listrik rumah anda.

      Jika ternyata nilai watt AC tidak melebihi nilai Watt terpasang,
      berarti anda harus mengganti mini saklar (MCB) yang terpasang di dalam rumah,
      sesuaikan dengan nilai Watt AC yang dibutuhkan.

      FYI, 1 pk itu = 1 HP = 750 Watt,
      jika ada yang menawarkan AC 1 pk ~ 300 Watt, itu bohong lho :)
      kecuali AC-nya dilengkapi inverter, yang membuat startup dan operasionalnya rendah listrik.

      • kadek agus indrawan Says:

        terima kasih atas balasannya pak.
        cuma saya kurang memahami karena MCB tidak pernah trip, namun ac mati sendiri (biasanya tengah malam).
        listrik rumah 2200V (master mcb CL10). mini saklar 4 titik dengan mcb C 6.
        ac panasonic 1/2 Pk dengan inverter 320 watt.
        menurut PLN voltase nya rendah (??) karena kurang dari 220volt. ini terjadi di aliran listrik kamar saya saja, yang lain tidak. apakah terjadi kebocoran arus atau terjadi kesalahan instalasi?

      • sonnysoleman Says:

        problem sebenarnya bisa ditelusuri kok, caranya :
        1. Ganti terminal (colokan female, tiga lubang) yang dipakai untuk jalur listrik AC, itu lho yang ada saklar on/off-nya, juga ada indikator lampu merahnya, penyebabnya bisa karena terminal ini tidak tahan panas.
        2. Cek installasi kabel di dalam rumah tempat MCB-nya, khusus untuk jalur MCB ke kamar, jika ada kabel yang longgar, coba dikencangkan dulu baut tempat masuk kabelnya ke MCB, jika kabelnya “gosong / terbakar” segera ganti dengan tipe kabel inti tembaga tunggal yang lebih tebal.
        3. Ganti MCB unit dengan tipe / merek yang telah saya sebutkan di artikel ini, biasanya jauh lebih awet / kuat dari tipe Made in China :)
        4. Ganti kabel yang menuju ke kamar (via plafon rumah biasanya), dengan tipe kabel yang lebih tebal (tembaga inti tunggal yang tebal, bukan tipe serabut lho). Kalo’ males manjat / ganti sendiri, bisa bayar tukang listrik untuk mengganti kabel ini.

        cara murah lain yang bisa dicoba :
        Coba pakai (beli) alat yang bernama Soft Start atau Auto Start,
        ini alat biasanya untuk mengatasi lonjakan listrik saat pertama kali alat elektronika seperti AC, monitor PC atau TV pertama kali dinyalakan. Alat ini bisa dipasang sebelum colokan listrik AC, cuman harus beli converter colokan tiga kaki khusus AC itu :)

        FYI, alat listrik seperti AC, walaupun tipe inverter sekalipun, saat pertama kali dinyalakan (start up), butuh daya listrik tiga kali lipat dari daya normalnya.

  3. MechanicalBrothers Says:

    wah info yang menarik. kebetulan MCB rumah bermasalah, mau ganti sendiri

  4. arief kun Says:

    tanya donk. dirumahku kan master MCB nya 4A, MCB dalam masing2 6A dan 25A.

    aku udah coba ganti salah satu grup yg 6A dengan MCB 4A. tapi kok malah suka jatuh y?

    waktu masih pake MCB 6A, ngidupin mesin air bisa, dengan catatan MCB yg 25A di off kn, ngapa gt?

    pening ha,,,,,

    • sonnysoleman Says:

      Itu yakin pakai MCB 25A ??
      setahu saya kelas perumahan MCB yang biasa dipakai itu maksimal yang 10A,
      kecuali dirumah-nya ada unit usaha sekelas home industri, baru bisa pakai tipe MCB 16A ke atas :)

      Ada kemungkinan master MCB-nya (nyantol meteran PLN) itu dimodifikasi / di by pass oleh oknum petugas PLN-nya,
      sehingga master MCB-nya itu jadi hanya sekedar pajangan, tidak berfungsi pembatas arus-nya :)

      kalo’ udah kayak begini, hati-hati kena razia resmi dari PLN lho :)
      bisa tinggi banget dendanya :)

  5. papa bagas Says:

    dari informasi yang saya baca diatas memang sangat menarik dan jelas,,
    tapi saya mo nanya nih bang sonny,,

    kalau pemakaian meteran prabayar termasuk yang pascabayar, apakah perlu pasang master mcb lagi, setelah master mcb yang ada dimeteran.? ato dari mcb meteran pln langsung ke mcb pembagi.?

    • sonnysoleman Says:

      Agar lebih aman dan tidak kena penalti / sangsi dari PLN, sebaiknya ditambah mcb pembagi sesudah master mcb yang ada meterannya, ini membuat master mcb-nya tidak mudah rusak (awet), juga lebih mengefisienkan daya listrik yang masuk ke ruang berbeda di dalam rumah.

  6. papa bagas Says:

    sekalian nih bang sonny,,
    saya mo nanya lagi,,
    ada yang bilang, klo pake mcb master setelah mcb meteran, daya ampere nya harus lebih besar dari ampere yang ada di mcb meteran, sedangkan mcb pembagi nya sama ato dibawah daya ampere mcb meteran,,
    apakah itu benar,,?
    mohon penjelasan nya bang, supaya saya lebih yakin, thanks,,,

    • sonnysoleman Says:

      kalo’ tambah mcb master lagi sesudah mcb meteran (master utama PLN), jika ampere-nya ternyata lebih besar, fungsi otomatis pemutus arus yang dimiliki mcb master tambahan itu tidak akan bekerja, karena ratio deteksi kelebihan arus (ampere)-nya lebih besar dari mcb meteran utama dari PLN.
      Yang kayak begini seharusnya dihindari, karena bisa membuat mcb meteran utama dari PLN mudah switch off dan berumur pendek.
      So, logikanya harusnya nilai amperenya maksimal sama dengan nilai ampere pada mcb meteran utama dari PLN.
      ini tujuannya agar kelebihan beban (daya listrik) / koslet yang terjadi di dalam rumah bisa lebih dahulu diputus / “cut off” melalui mcb tambahan itu, sehingga mcb master dari PLN tetap aman dan berfungsi normal.

  7. zalfa Says:

    Artikelnya berguna sekali pak sonny,
    Mau tanya juga nich, menyambung pertanyaan papa bagas, rumah saya juga seperti itu, sebelum saya tambah daya menjadi 2200 dari 1300, struktur MCB nya sbb : master MCB 6A,master MCB tambahan didalam 10A dan 2 mini MCB 6A.
    Sesudah tambah daya menjadi master MCB meteran 10A, master MCB tambahan didalam tetap 10A dan 2 mini MCB saya ganti dengan CL10A.Mini MCB 1 untuk belakang (kulkas,kadang rice cooker,dispenser kecil dan 3 lampu), MCB 2 untuk ruang depan (2AC 1/2PK,6 lampu,TV) Diawal pergantian tidak masalah, tidak ada turun walaupun 2 AC 1/2PK hidup tanpa pompa air menyala, belakangan ini masalahnya master MCB tambahan didalam sering turun, walaupun beban sudah saya kurangi dan posisi amannya saya hanya hidupkan 1 AC, kulkas, dispenser kecil dan 6 lampu. Mohon pencerahannya pak sonny. Maaf kalo terlalu panjang (panic kalo masalah listrik). Terima kasih sebelumnya.

    • sonnysoleman Says:

      beberapa hal yang menjadi pemicu trip (off) MCB :
      1. koslet pada terminal (colokan) peralatan listrik, seperti AC, Kulkas, Setrika, TV & Komputer
      2. Jenis kabel listrik yang digunakan pada instalasi listrik rumah tidak mampu menahan panas / beban listrik.

      Solusinya, untuk yang nomor (1), coba di off-kan dulu master MCB utama (PLN),
      lalu periksa tempat terminal (colokan) di dinding, buka baut-nya periksa kembali kondisinya,
      jika ada tanda-tanda hangus / gosong, segera diganti dengan terminal (colokan) yang baru,
      beli yang kualitasnya lebih baik.
      Untuk yang nomor (2), pengecekan awal ada baiknya dicek dahulu kabel di tempat / rumah MCB-nya,
      jika ada yang putus / gosong, segera diganti, ingat tipe kabelnya sebaiknya kabel tembaga yang inti tunggal
      agak tebal, ini lebih tahan panas / anti koslet. Pastikan antara kabel di dalam rumah MCB-nya,
      tidak ada yang bersinggungan / nempel, karena panas yang terjadi bikin mudah kebakar.
      Terakhir, bisa minta bantuan tukang listrik untuk mengganti jaringan kabel listrik dalam rumah,
      yang lewat ke atas plafon atau dinding rumah, ganti dengan tipe kabel tembaga inti tunggal juga,
      jika anda tidak berpengalaman dengan listrik sebaiknya minta tolong ke tukang
      listrik untuk penggantian instalasi kabel ini.

      Tapi, ngomong2x, apakah anda sudah mengkalkulasikan lagi penggunaan daya listrik di rumah anda ??
      hal ini penting juga buat mengetahui letak masalahnya ada di kelebihan daya listrik atau tidak :)

  8. Tessy Muthia Says:

    sudah beberapa hari ini listrik d rumah saya berkali2 putus terutama setelah maghrib dan saya berkali2 harus menghidupkan ‘turn on’ MCB yg berada di luar rmh dan sdngkan MCB yg berada didalam rumah dari 3 saklar slalu ada 1 saklar yg off saat listrik padam. Mohon infonya.

    • sonnysoleman Says:

      coba diganti aja dulu MCB yang ada di dalam rumah (mini MCB) khususnya MCB yang suka trip / off itu, ganti dengan yang baru, spek-nya ada di artikel yang saya tulis ini :) jangan beli MCB abal-abal …

  9. Redy Says:

    Mas sy mau tanya nie…kebetulan sy baru bangun rumah dan sy kerjakan sendiri listrik dirumah..dan rencana akan sy bagi dua Group untuk pembagian listriknya untk belakang dan depan…
    Rencana akan tambah daya jadi 1300 ..yg mau sy tanya ini
    1. Kira2 berapa ampere mini MCB yg harus sy gunakan jika sy memakai 2 mini MCB dalam rumah…???
    2. Jika tdk memakai master saklar tambahan tdk masalah kan? Maksudnya hanya dari master saklar lansung ke mini saklar?
    3. Sy juga rencana akan memakai AC dibagian belakang dan bagian depan jd untuk daya 1300 dngn pembagian listrik 2 Group sy harus pake Berapa ampere untuk mini MCB nya???
    Tolong dijawab Pak…..mohon bantuan nya….

    • sonnysoleman Says:

      coba saya jawab,
      1. Jika daya listriknya 1300 watt, maka maksimal mini saklar (MCB) di dalam rumahnya pakai tipe 6A (Ampere), asalnya dari 6A x 230v = 1380 Watt. mau pakai dua mini MCB tipe 6A gak masalah kok.
      2. tanpa master saklar (MCB) tambahan sesudah master saklar (MCB) utama PLN gak masalah kok, yang penting itu di mini saklar (MCB) dalam rumahnya tidak boleh lebih besar nilai Ampere-nya dari master saklar (MCB) PLN.
      3. pemilihan ac juga harus perhatikan daya listrik yang digunakan AC-nya, AC 1pk itu penggunaan listriknya setara 1hp = 750watt, saran aja, di daya listrik 1300watt terpasang, sebaiknya pakai tipe AC yang 1pk, jangan lebih dari itu, karena biasanya awal nyala / start AC lonjakan daya pakainya sekitar 5 – 10 persen, cukup makan listrik, mau pakai inverter atau tidak, tetap aja starting awal AC itu rada boros, setelah 2 – 5 menit fungsi inverter AC biasanya baru berjalan (mode hemat listrik).

      kalkulasi sederhananya :
      jika di area belakang pake AC 1pk, maka daya listriknya butuh 750 watt untuk ac saja,
      bersisa 550 watt untuk peralatan elektronik lain, seperti kulkas, mesin cuci, mesin pompa air dan lain-lain,
      sebaiknya ditotal lagi kebutuhan daya listrik untuk area belakang rumah, biar gak salah hitung :)

      jika instalasi listrik rumah saat dibuat pertama kali, saran saya gunakan kabel listrik tipe inti tunggal tembaga yang rada tebal, jangan gunakan kabel listrik tipe inti serabut, bahaya tuh, bisa sering bikin koslet dan bisa terjadi kebakaran jika dipaksakan dipakai.

      • Redy Says:

        Terima kasih feedback nya mas….sangat jelas…tp ada beberapa blog yg sy baca ada juga yg nyaranin pakai MCB 4A tiap2 MCB nya krn di MCB PLN jika 1300 berarti kenanya 6A jd dimini saklar sebaiknya LBH rendah jd Group A dan B masng2 4A …. Berarti jika sy pake 4A maka arus yg masuk kerumah akan semakin kecil ya mas??? Jd sebaiknya pake 4A atau 6A ???otomatis klo semakin kecil arus masuk kemungkinan makin sering Listrik of klo pake AC…

      • sonnysoleman Says:

        yup, percuma jika anda pakai tipe 4A, karena kebutuhan daya listrik di area tertentu rumah anda lebih dari itu. resikonya paling sering mini MCB-nya sering off / mati, tapi kalo’ ingin hemat listrik, tidak ada salahnya di kalkulasi ulang lagi total daya listrik masing-masing area rumah, agar anda bisa pilih ukuran Ampere yang paling tepat untuk mini MCB-nya.

  10. Zacky Irawan Says:

    Salam kenal, saya baru pasang listrik pra bayar dengan nilai di master MCB 6A x 230 V = 1380 watt (kalo ga salah hitung ya…) tapi di mini saklarnya tidak ada tulisan ampere cuma ada C2 (padahal merknya Merlin Gerin. C2 itu maksudnya 2 A ato bagaimana. Mohon penjelasannya.Trims

    • sonnysoleman Says:

      C2 = 2 ampere
      C4 = 4 ampere
      C6 = 6 ampere
      C10 = 10 ampere,
      jika di mini saklarnya detail merek dan info angka-angkanya gak muncul, sebaiknya segera ganti mini saklarnya (MCB),
      karena bisa dipastikan ini tipe MCB Merlin Gerin yang abal-abal / palsu, coba anda ganti dengan merek :

      Domae Schneider

      bisa beli di outlet ACE Hardware dan di toko bangunan Mitra10 terdekat,
      karena menurut penelitian penulis di kedua tempat itu, MCB yang dijual bisa dipastikan keasliannya,
      masih ada segel pabrikan aslinya. Jangan beli di toko listrik, apalagi dapat yang tidak ada segelnya,
      MCB palsu / abal-abal biasanya gak awet, pemakaian 1 – 2 bulan udah langsung bermasalah / cepat rusak.

  11. fitriani a Says:

    Salam hangat,
    Pagi ini sudah 3 kali mcb mastr di rumah jatuh.
    1. Kulkas, tv dan pemanas sy sedang on mcb master jatuh
    2. Kulkas dan pemanas sedang on, tv di matikan dan di cabut mcb master jatuh
    3. Kulkas yg on, tv, pemaanas nasi mati, kabel di cabut, mcb master jatuh lagi

    Untuk mcb master tertulis merlin gren c32n, cl4, 230/400v
    Untuk 1 mini mcb melayani 1 ac 0.5pk 350watt, memakai mcb schneider c6, 230v, 4500/3
    Untuk 1 miji mcb melayani, kulkas, pemanas nasi, tv,dan lampu dgn mcb yg sm dgn mcb ac.

    Mohon analisanya kenapa mcb master sampe jatuh terus, sedangkn sudh 3 perlakuan di ats sy lakukan.
    Pada saat smua peralatan listri sy matikan, sy mengecek di mcb master, dan pita pengukurnya tdk berjalan, jd sy berasumsi bahwaa kabel2 listrik dlm kondisi bagus, apakah asumsi sy benar.

    Mohon bantuannya, apakah mcb mastr sy tdk sesuai dgn mini jcb yg sy gunakan.

    Terima kasih, salam
    Fitri

    • sonnysoleman Says:

      itu mcb master-nya (PLN) kode CL4 itu artinya 4 ampere,
      daya terpasangnya menjadi = 4A x 230v = 920 Watt

      mini mcb-nya kode C6 atau CL6 = 6 Ampere

      di artikel yg saya posting ini sebenarnya udah cukup jelas,
      mini mcb itu nilai Ampere-nya tidak boleh lebih tinggi dari
      mcb masternya, karena fungsi pemutus arus listrik otomatisnya
      tidak akan berfungsi normal jiga mini mcb-nya lebih besar Ampere-nya.

      sebaiknya segera ganti kedua mini mcb-nya,
      pake yang kode C4 atau CL4 (4 ampere),
      baca lagi artikel saya ini, tentang ukuran ampere yang tepat :)

      jika penggunaan mini mcb C4 atau CL4, masih menyebabkan switch off,
      coba cek dan kalkulasi lagi daya listrik yang digunakan peralatan
      di rumah anda.

      Daya PLN yang Terpasang (CL4 / 4 Ampere) = 920 Watt

      AC + Kulkas + Rice Cooker + lampu = …….. Watt (coba anda hitung sendiri)
      yang perlu diingat daya startup / nyala pertama kali AC itu cukup makan listrik,
      penambahannya sekitar 5 sampai 10 persen dari daya listrik (Watt) AC standard-nya.

      Nah, jika total daya listrik peralatan tersebut lebih besar dari daya terpasang (920 Watt),
      berarti ada yang harus anda korbankan, gantian pakai listriknya, tidak bisa dinyalakan
      secara bersamaan.

  12. Sinyo Says:

    Salam kenal Bung Sony.
    Saya mau tanya, Tadi subuh MCB Master Trip turun, akibatnya listrik di lantai 1 mati. ( Listrik kami 2200 w )

    Keadaan instalasi sekarang sbb :
    1. Instalasi MCB untuk stop kontak Lt. 1( asli dari pengembang ) digabung dengan Power AC 3/4 PK. di lantai 1 ( ruang keluarga )
    Sudah 3 th berjalan , jika AC dihidupkan tidak ada masalah.
    instalasi stop kontak hanya di bebani untuk : TV, DVD, Kipas Angin kecil , bel rumah dan Charger HP

    2. INstalasi untuk Power AC Kmr tidur ( lt 1 ), Pompa Jet Pump, Lemari es sudah kami pisah deng MCB tersendiri, Demikian juga dengan Lampu.
    Dan saat ini AC di ruang Keluarga sangat jarang di gunakan.

    Usaha / Analisa yg sy lakukan, adalah coba – coba satu persatu grouping MCB, ternyata Group MCB untuk Stop Kontak yang ada masalah ( Begitu di hidupkan MCB Master turun ).

    Kemudian sy temukan dinding yg basah di area stop kontak kamar pembantu. Tetapi setelah sy periksa tidak ada pengaruhnya dng kelembaban dinding tsb. Karena stlah stop kontak sy lepas dan MCB sy hidupkan, ternyata MCB master turun lagi.

    Jadi saat sy coba hidupkan MCB stop kontak dan kemudian MCB Master turun, stop kontak tsb tidak TERBEBANI oleh daya ( tidak dipakai )

    Mhn bantuan Bung Sony.kira2 , apa lagi yang harus sy lakukan.
    Terimakasih

    • sonnysoleman Says:

      Untuk stop kontak yang bermasalah itu,
      ada kemungkinan penyebabnya karena “koslet” pada jalur kabelnya,
      koslet di sini bisa disebabkan beberapa hal :
      1. Kabel putus karena gangguan hama tikus rumahan, bisa juga karena faktor lembab yang mengakibatkan jamur yang merusak lapisan isolasi / pelindung luar inti kabel listriknya.
      2. Kabel yang putus ini jalur fase dan jalur netralnya saling bersinggungan langsung inti tembaganya, tanpa pelindung isolasi kabel.
      3. Tipe kabel yang digunakan merupakan tipe kabel inti serabut, harusnya yang dipakai itu tipe kabel inti tunggal tembaga yang berukuran minimal 2 mm tebal tembaganya.
      Perbaikan yang bisa dilakukan, ada baiknya kabelnya diganti dengan yang baru, ubah jalur kabelnya melewati area yang tidak
      lembab, dan yang paling penting gunakan pipa paralon ukuran kecil untuk mengamankan jalur kabel dari serangan hama tikus rumahan, apalagi jalur kabel yang lewat di atas plafon rumah, cukup rawan diserang tikus.

  13. anto Says:

    Bang Sonny mau tanya,

    MCB meteran dirumah saya agak dol/rusak, sering jebret sendiri padahal pemakaian alat listrik msh minim dan seharusnya listrik masih kuat. Kadang pas jebret posisi saklarnya msh diatas (on).

    daya listrik dirumah memang kecil, cm 450watt.. tp dulu jarang sekali jeglek, krn kami sekeluarga bisa mengatur penggunaan alat listrik, belakngan ini saja mulai sering jeglek..

    “itu klo MCBnya diganti sendiri gmn ya, rencana saya mau nyuruh tukang bwt ganti, dan tentunya utk ukuran MCBnya tidk diubah (tetap 2A).. ”

    makasih jawabannya..

    • sonnysoleman Says:

      jika MCB meteran kwh punya PLN (master saklar) yang rusak,
      sebaiknya jangan anda ganti sendiri, karena ada segel dari PLN,
      merusak segel PLN anda bisa di denda lho,
      sebaiknya panggil petugas PLN untuk mengganti MCB meteran yang rusak,
      karena tipe MCB meteran kwh PLN ini sedikit berbeda dari yang ada di pasaran.

      Kalo’ mini saklar (MCB di dalam rumah) yang rusak,
      ini bisa anda ganti sendiri tanpa bantuan petugas PLN atau ahli listrik,
      tinggal ikuti langkah-langkah yang saya tunjukkan di artikel ini.

  14. Nonick Azka Ghaziyah Says:

    mohon bantuannya pak,
    Mini saklar (MCB didalam rumah) saya terbagi menjadi 4
    1. untuk 2 kamar
    2. untuk kamar mandi
    3. dapur + ruang tamu + teras (kalau malam hanya untuk lampu2 saja)
    4. kurang tau yg ini
    nah kalau diatas jam 12 malam (sekitar jam 2 keatas) MCB yg nomer 1 dan 3 slalu njeglek, dan MCB yg diluar rumah (punya PLN) ikutan njeglek.
    sudah saya cek, nggak ada yg kongslet,
    dan waktu saya nyalakan MCBnya (kecuali nomer 3) bisa nyala
    tapi kalau nomer 3 saya on kan malah njeglek semua
    dan kalau MCB nomer 3 saja yg ON juga tidak bisa nyala semua lampu2nya
    apa saya harus ganti mini MCB no 3 nya ya??

    • sonnysoleman Says:

      Hal yang utama harus dicek itu berapa daya listrik terpasang (Watt) di rumah anda,
      cara mengeceknya sudah saya jelaskan di artikel ini,
      lalu cek kembali peralatan listrik yang terpasang di rumah anda,
      meliputi (misalnya) kulkas, AC, televisi, komputer / PC itu berapa daya listriknya
      masing-masing (Watt) coba dikalkulasi (total lagi), cara hitungnya ada kok di salah
      satu jawaban saya pada artikel ini, silahkan dibaca lagi.

      Penting !! jangan sampai total daya listrik dari peralatan tersebut lebih tinggi
      dari daya listrik terpasang (PLN) di rumah anda, pastinya akan sering padam,
      karena MCB secara otomatis akan melakukan switch off jika daya listik melebihi kapasitas.

      Faktor kosleting.
      Bisa juga terjadi kosleting pada salah satu terminal listrik di rumah anda, meliputi :

      1. Stop kontak (tempat colokan listrik) yang ada di dinding rumah anda,
      bisa bikin kosleting jika kualitas stop kontaknya kurang baik atau telah berumur lebih dari satu tahun,
      segera ganti dengan yang baru jika terjadi hal ini.

      2. Saklar lampu, untuk menyalakan / mematikan lampu rumah anda,
      Saklar lampu juga bisa bikin koslet, jika kualitasnya kurang baik dan berumur lebih dari satu tahun,
      segera ganti dengan yang baru jika terjadi hal ini.

      3. Fitting / dudukan lampu (tempat pasang lampu),
      bagian ini yang paling mudah bikin koslet, karena faktor panas yang diserap dari lampu rumah bisa bikin
      meleleh bagian plastik maupun bagian isolasinya, sebaiknya setiap satu tahun ganti fitting / dudukan lampu
      rumah anda, terutama di bagian yang sering menggunakan lampu (menyala) secara terus menerus tiap harinya.

      4. Installasi kabel listrik dalam dinding rumah anda,
      cek dari area Mini Saklar (MCB) sampai ke bagian belakang stop kontak dan saklar rumah anda,
      kabel listrik yang terpasang itu harus tipe inti tunggal tembaga berdiameter minimal 2mm, dan dalam kondisi
      baik alias isolasi listriknya tidak hangus / terbakar / terkelupas, jika terjadi hal ini, segera bungkus dengan isolasi khusus listrik.

  15. putri Says:

    Pak sonny.. Sy barusan dibenerin MCB nya sama orang PLN. Ampere di MCB nya diganti ke 10A padahal diluar master saklarnya hanya 6A. Sy udh kasih liat artikel Pak sonny ini beserta penjelasannya. Malah dibilang artikel salah dan aturan dari PLN ya seperti yang mereka pasang. Ada dua orang PLN yang dua2nya udah lama di PLN. Jadi saya makin bingung nih yang mana yang bener. Mohon penjelasannya Pak sonny?? Oia apakah Anda jg orang PLN Pak? Mhn maaf sebelumnya ya. Tks

    • sonnysoleman Says:

      hati-hati mbak :)
      bisa jadi itu oknum PLN yang mencoba menipu anda,
      fyi, saya bukan orang PLN, cuman kebetulan saya seorang sarjana (S1) Teknik Informatika, yang punya hobi elektronika, komputer dan hal-hal yang berbau teknis. Di SMA doeloe, saya jurusan Fisika (A1) yang punya minat banyak di bidang rangkaian elektronika..

      So, tidak perlu harus menjadi seorang petugas PLN untuk paham soal kelistrikan,
      yang penting belajarnya dari sumber dan literatur yang benar,
      makanya saya buat artikel ini tujuannya agar membantu banyak orang untuk
      lebih memahami instalasi listrik rumahnya, agar lebih efisien dan pastinya aman dari gangguan byar pyet (mati listrik) karena kelebihan beban.

      • putri Says:

        Trus gimana donk Pak. Sy sudah bilang sama orang tua saya, mereka lebih percaya dgn orang PLN tersebut karena mereka udah pengalaman katanya. Secara logika sih sy lebih bisa menerima artikel Anda tetapi mereka punya alasan berbeda. Saya harus gimana utk ngebuktiin mereka salah? Apa harus tanya ke Kantor PLN? Sebelum hal buruk terjadi dirumah saya.. Tks

      • sonnysoleman Says:

        bukan saya mau mencari-cari kesalahan si oknum itu,
        harusnya pada saat mereka melakukan perbaikan installasi MCB internal di rumah anda, beberapa hal yang perlu (hak konsumen) untuk dilakukan :
        1. Tanyakan dan catat dengan jelas identitas (nama) dan lokasi asal kantor cabang PLN mereka, biasanya mereka wajib disertakan kartu identitas resmi dari PLN, kalo’ si mbak mengadukan ke pelayanan PLN sebelumnya, minta surat tugas dari petugas PLN yang datang.
        2. Pastikan sekali lagi, kalo’ perlu di foto apa saja yang mereka ubah / ganti.
        Jika perbaikan / installasi yang dilakukan oleh si petugas (oknum) tersebut bermasalah di kemudian hari, si mbak sudah punya datanya, dan si mbak berhak melaporkannya ke PLN Pusat, jika tidak mendapat tanggapan, coba diadukan ke Surat Pembaca di media seperti DETIK.COM, Koran KOMPAS atau KORAN SINDO.
        Jika masih belum ada jawaban dan tanggung jawab dari PLN, si mbak berhak membawa kasusnya ke tahap tuntutan hukum, bisa lapor dulu ke YLKI, atau jika mau lebih “keras” lagi bisa bawa ke ranah Pengadilan Pidana, karena terkait dengan kasus penipuan dan penyalah gunaan wewenang, juga masuk kasus membahayakan keselamatan orang lain.

  16. suryo Says:

    Salam kenal om sony,

    saya mau tanya listrik dirmh saya 1300w, master mcb merlin 6A, rmh saya tingkat dgn 4 mini mcb 6A schneider (2 ats,2bwh). selama 2th ini tdk mslh, baru akhir2 ini mini mcb atas sering drop,pas dicek tnyata fotosel utk teras atas rusak dan pas diganti seminggu kemudian drop lg,stlh diganti lg tnyata tetap drop.
    pertanyaan saya kira2 mslhnya dimana ya?..krn kabel2 dan sambungan sepertinya tidak mslh.

    terima kasih.

    • sonnysoleman Says:

      coba saya jawab,
      pada prinsipnya fotosel itu merupakan sensor cahaya yang berfungsi mirip saklar lampu,
      saat kena / ada cahaya matahari yg mengenai fotosel ini, maka otomatis lampu akan mati,
      sebaliknya jika tidak ada cahaya matahari yg mengenai fotosel ini, maka otomatis lampu akan hidup,
      problem utama dari fotosel ada di masa penggunaan (usia pakai) dari sensornya,
      seiring waktu (biasanya 10 bulan ke atas) harus segera diganti.
      Soal masalah drop pada saat penggantian fotosel baru,
      coba cek lagi :
      1. Fitting (dudukan lampunya), biasanya kalau intensitas nyala lampu 12 jam lebih terus menerus, maka sebaiknya juga diganti fitting-nya, cek juga kabel dibaliknya, takutnya ada yang terkelupas akibat panas dari lampu sehingga rawan koslet
      2. Pemasangan rangkaian (kaki-kaki) fotosel ke jalur kabel listrik PLN, sebaiknya cek lagi, jangan sampai ada yang salah pasang, terutama jalur phase listriknya, soalnya sensor di fotosel bisa koslet kalo’ salah sambung.

  17. Afri Says:

    Artikel yg bermanfaat skali…

  18. verininta Says:

    Terima kasih banyak, infonya sangat bermanfaat sekali. Sudah saya praktekkan, dan berhasil…..

  19. muzakkir Says:

    Artikelnya bagus dan mantap sekali Bro. Saya yang nol tentang perlistrikan, mulai sedikit mengerti. Saya akan cek MCB dirumah saya dan artikel ini akan jadi pegangan saya bila nanti berhadapan dengan tukang listrik. Mohon ijin mengopy untuk keperluan pribadi ya Bro Sonny. Semoga Allah swt selalu memberkati.

  20. Lalu Hudia Fauri Says:

    Penjelasannya mantap…..terima kasih, nambah lg pengetahuan saya…

  21. cahyanto Says:

    pak Sonnysoleman: artikel bagus banget jelas dan bener-bener detail, saya mau mengajukan pertanyaan nih pak? saya lagi dipusingkan dengan pompa air dirumah. pompa pernah rusak alias dinamonya terbakar dan saya sudah perbaiki dinamonya tentunya dengan ahlinya dinamo. listrik saya 1300 watt dan di dalam pake 2 MCB mini, di MCB utama (PLN) tertera 6A. tujuan saya 4Ampere buat ruangan (lampu,tv,kulkas, mesin cuci dan dll) dan 2Ampere lagi khusus untuk Pompa air, pompa dayanya 250Watt. kenapa pas sudah saya pasang MCB mini 2Ampere terebut turun/off (jepret). apakah pompa air itu melebihi dari daya 2Ampere yang (440 Watt). akhirnya saya beli yang ukuran 4Ampere, setelah saya pasang MCB terebut. MCB tidak turun lagi alias tidak jepret. pertanyaan saya, apakah pompa air tersebut tidak lagi 250 watt bahkan lebih?. terima kasih sebelumnya salam kenal ( cahyanto)

    • sonnysoleman Says:

      Mesin pompa air, mau yang masih original ataupun udah pernah diperbaiki,
      startup pertama, saat pertama dinyalakan biasanya daya listriknya bisa melonjak (naik) 25% – 75% dari daya tercantumnya,
      bahkan AC yang pake teknologi Inverter pun masih ada lonjakan listrik sekitar 5% – 10% saat pertama kali startup atau dihidupkan, jadi kalo’ mau aman hitungan total daya listrik (VoltAmpere atau Watt) dari alat seperti pompa air atau AC selalu ditambahkan 75% dari total daya tercantumnya.

      Misalnya di labelnya tercantum Daya Listrik = 250Watt
      maka idealnya total daya yang dibutuhkan = 250 + (250 x 75%) = 250 + 187.5 = 437 Watt.

      Jika pakai MCB mini yang 2Ampere, maka titik kritis dayanya = 2 x 220 = 440 Watt.
      Lonjakan daya yang sampai 75% itu bikin titik kritis MCB mini 2 Ampere bisa langsung terpicu (437 Watt ~ 440 Watt),
      makanya langsung turun / off saklar-nya.

      Kalo’ anda punya kenalan tukang listrik / perbaikan elektronika yang handal, coba lakukan test daya startup mesin pompa air-nya, untuk alat yang telah diutak-atik / perbaikan tapi bukan mengikuti standar pabrikannya lagi, ada kemungkinan terjadi penyimpangan konsumsi daya listrik dari yang tercantum.

  22. ipanase Says:

    wah sangar nih suhu :D

  23. cahyanto Says:

    Terima kasih atas penjelasannya kang Sonny…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: